Uji Tube-Flattening sesuai ISO 8492, DIN 50136, API 5 L
Uji tube-flattening sesuai ISO 8492 dan DIN 50136 merupakan metode pengujian material yang digunakan untuk mengevaluasi keuletan sambungan las serta untuk mendeteksi sambungan las yang cacat pada pipa logam. Uji tube-flattening test termasuk dalam kategori uji tekan (compression test).
Pengujian tabung baja (steel tubes), seperti uji tarik cincin, juga dijelaskan dalam Lampiran 2 dari ASTM A370.
Konten berikut ini menjelaskan aspek-aspek utama. Untuk pengujian yang sesuai dengan standar ISO 8492 dan DIN 50136, sangat penting untuk membeli standar lengkap.
Bagaimana cara melakukan uji tube-flattening sesuai dengan ISO 8492 dan DIN 50136?
Untuk uji tube-flattening, sebuah cincin diambil dari pipa. Cincin dikompresi ke jarak yang ditentukan antara dua pelat kompresi menggunakan mesin uji. Posisi lapisan las secara bergantian pada sudut 90° atau sejajar dengan pelat kompresi sehingga lapisan las dikenai beban tarik satu kali di bagian dalam tabung dan satu kali di bagian luar tabung.
Retak pada permukaan bagian dalam atau luar cincin tabung mengindikasikan adanya cacat pada material atau lapisan las. Hasil uji tambahan seperti kurva gaya atau kurva perpindahan dapat dievaluasi menggunakan software uji testXpert.
Pertanyaan yang sering diajukan
Metode pengujian material perataan tabung digunakan untuk mengevaluasi keuletan lapisan las dan untuk mengidentifikasi lapisan las yang rusak pada tabung logam. Uji tube-flattening termasuk dalam kategori uji tekan dan dijelaskan dalam standar ISO 8492, DIN 50136, serta Lampiran 2 ASTM A370.